Jumbotron-image

PUBLISHED

12/02/2024

BAGIKAN

Ahli teknologi pertama dalam sejarah, penemu kata "robot", dan pendiri teknologi adalah seorang Muslim Arab dunia.

Ismail al-Jazari (1136-1206), seorang ilmuwan, penemu, insinyur mekanika, tukang, seniman, dan matematikawan. Kata "teknologi" berasal dari bahasa Arab, berasal dari kata "taqniyah" dan "tanqiyah", istilah Arab yang berasal dari kata kerja "athqana" yang berarti membuat sesuatu secara cermat. Dia menulis banyak buku dan karya. Dia mendesain lebih dari lima puluh perangkat mekanik dan otomata, termasuk jam, mesin pengangkat air, dan robot manusia.

Asal-usul kata "robot" berasal dari "at-tarbiya" (mendidik hewan - RABBA - YURABBI - TARBIYYA), yang berarti membuatnya mengikuti perilaku tertentu atau tunduk pada hukum manusia. Jadi, "robot" adalah istilah Arab (dari kata RABBA), ketika al-Jazari memikirkan untuk mendidik mesin agar taat pada manusia dan melakukan apa yang diperintahkan.

Al-Jazari memberikan instruksi rinci untuk membangun setiap perangkat, termasuk cerita dan referensi sejarah. Buku-bukunya memiliki dampak besar pada perkembangan industri jam dan otomata Eropa, terutama di Jerman, di mana ia menyampaikan wawasan tentang kehidupan sehari-hari dan inovasi teknologi di dunia Islam selama Abad Pertengahan.

Al-Jazari memiliki sejumlah besar manuskrip, termasuk:

- Pompa hidrolik, mesin hidrolik otomatis.

- Mesin otomatis.

- Robot mekanik yang dapat diprogram.

- Kruk.

- Hidrolik terkait dengan industri jam, seperti Jam Gajah yang direproduksi di Ibn Battuta Mall di Dubai, dan Institut Sejarah Ilmu Pengetahuan Arab-Islam di Frankfurt, Jerman, serta Museum Lukisan Lukisan di Swiss.

- Pompa hisap efek ganda otomatis. Ini adalah bagian dari mesin uap pada masanya.

Al-Jazari memiliki banyak prestasi yang tak terlupakan. Hari ini, kita bahkan tidak tahu siapa dia dan siapa penemu robot pertama di dunia, sayang sekali. Tahukah Anda mengapa Jerman maju dalam bidang industri? Karena tentu saja, mereka memiliki banyak buku al-Jazari.

 

Sumber: Sejarawan Muhammad Zain al-Abidin al-Husaini, Profesor Sabriya Lmadani.

Sumber buku: Institut Sejarah Ilmu Pengetahuan Arab-Islam di Frankfurt, Jerman.